Selasa, 22 Agustus 2017

Pelayanan Imunisasi Oleh Petugas Puskesmas


Liza Novita, Amd Keb 
Imunisasi merupakan hak bagi anak Indonesia yang telah tertuang dalam undang-undang no 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Dalam pasal 130 disebutkan bahwa pemerintah wajib memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi dan anak. Selanjutnya pada pasal 132 ayatke-3 disebutkan, Setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk mencegah terjadinya penyakityang dapat dihindari melalui imunisasi.
Ada lima jenis imunisasi yang harus diberikan secara lengkap sebelum anak berusia 1 tahun, diikuti oleh imunisasi lanjutan pada balita dan anak usia sekolah. Ke lima jenis imunisasi tersebut adalah, Imunisasi Hepatitis B, BCG, Polio, DPT-HIB dan Campak.
Tahun 2013 pemerintah telah menambahkan vaksin HIB (Haemophilus Influenza Tipe B) yang digabungkan dengan vaksin DPT-HB menjadi DPT-HB-HIB yang disebut vaksin Pentavalen.
Untuk memenuhi program pemerintah tersebut, UPTD Puskesmas Pusako menjalankan secara rutin imunisasi disemua posyandu pada setiap bulannya. seperti yang dilakukan di Posyandu Kamboja Kampung Pebadaran pada awal Agustus lalu.
Selain pemberian imunisai yang diberikan kepada bayi juga dilakukan pengukuran tinggi serta berat badan dan pemeriksaan kesehatan lainnya.
Liza novita, Amd Keb petugas puskesmas menyebutkan imunisasi ini berjalan dengan lancar, dan imunisai penting untuk diberikan kepada setiap bayi agar terhindar dari bahaya penyakit yang ditimbulkan karena tidak diimunisasi. “Setiap bayi berhak mendapatkan imunisasi agar terhidar dari bahaya penyakit yang dapat ditimbulkannya” ujarnya.

Editor. MasMbang

Sabtu, 19 Agustus 2017

HILANGKAN KEBIASAAN MENIUP MAKANAN PANAS


Biasanya kita meniup-niup makanan yang panas agar cepat dingin karena makanan yang panas tersebut dapat menyusahkan saat ingin dimakan. Dan bahkan sering kita menyaksikan orang yang minum dengan sekali tegukan tapi ternyata Rasulullah SAW melarang kita meniup-niup makanan dan minuman yang masih panas.
. “Dinginkanlah makanan, sesungguhnya yang panas-panas tidak ada berkahnya,” (HR Hakim dan Dailami).
Ibnu Abas mengatakan, “Nabi SAW telah melarang untuk menghirup udara di dalam gelas (Ketika minum) dan meniup di dalamnya.” (HR Turmudzi).
Dari Abu Qatadah, Nabi SAW bersabda, “Jika kalian minum janganlah bernapas dalam wadah air minumnya.”(HR Bukhari Muslim).
Apa hikmah dalam pelarangan Rosul tersebut “Dalam konteks pernapasan, sampah bioelektrik adalah yang terpenting. Proses pernapasan pun termasuk salah satu bagian penyeimbang, di mana dia membawa muatan-muatas negatif dari dalam tubuh.
Bagaimana proses pernapasan itu terjadi? Pada tahap awal, udara masuk ke saluran pernapasan melalui respirasi sehingga terjadi pertukaran udara antara oksigen dan karbondioksida. Aliran udara yang dihisap melalui proses respirasi, kemudian akan melewati bagian-bagian tubuh,  Apabila terlalu banyak elektron, dia akan ditambah dengan proton. Jika protonnya terlalu banyak, elektron yang berlebih akan segera dibuang ketika otot berkontraksi, akan terjadi penumpukan asam laktat, artinya elektron menjadi lebih tinggi sehingga harus disalurkan atau dibuang sebagai muatan negatif. Proses pembuangannya ini salah satunya melalui proses pernapasan.
Nah, apabila muatan negatif tersebut diembuskan pada makanan atau minuman, profil makanan dan minuman tersebut akan berubah menjadi zat asam yang biasa kita minum tersusun dari dua buah atom hydrogen dan satu buah atom oksigen, di mana kedua atom hidrogen tersebut terikat dalam atom oksigen. Itulah mengapa air memiliki nama ilmiah H2O.

Ketika bernapas kita akan mengeluarkan karbon oksida (CO2). Apabila kita tiupkan napas tersebut pada air, akan terjadi campuran anatara karbon dioksida (CO2) dan air (H2O) sehingga akan melahirkan senyawa asam karbonat (H2CO3). Zat asam inilah yang berbahaya apabila masuk kedalam tubuh kita. Walau memang, senyawa H2CO3 termasuk senyawa asam yang lemah sehingga efek terhadap tubuh tidak terlalu tampak. Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan, mengapa Rasulullah SAW melarang kita bernapas di dalam tempat minum (HR. Mutaffaqun Alaih) dan melarang kita minum  dengan sekali napas atau sekali tegukan.

Minggu, 23 Juli 2017

Polindes Kampung Dusun Pusaka

Polindes Kampung Dusun Pusaka
      Pondok bersalin desa (Polindes) adalah salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam menyediakan tempat pertolongan persalinan dan pelayanan kesehatan ibu dan anak lainnya, termasuk KB di desa (Depkes RI, 1999). Berbeda dengan posyandu yang pelaksanaannya dilakukan oleh kader didukung oleh petugas puskesmas, maka petugas polindes pelayanannya tergantung pada keberadaan bidan yang biasa disebut dengan bidan desa, oleh karena pelayanan di polindes merupakan pelayan profesi kebidanan.
Kegiatan Polindes
Adapun kegiatan dari polindes diantaranya yaitu :
> Memeriksa kehamilan, termasuk memberikan imunisasi TT pada bumil dan mendeteksi dini resiko tinggi kehamilan.
> Menolong persalinan normal dan persalinan dengan resiko sedang.
> Memberikan pelayanan kesehatan ibu nifas dan ibu menyusui.
> Memberikan pelayanan kesehatan neonatal, bayi, anak balita dan anak pra sekolah, serta imunisasi dasar pada bayi.
> Memberikan pelayanan KB.
> Mendeteksi dan memberikan pertolongan pertama pada kehamilan dan persalinan yang beresiko tinggi baik ibu maupun bayinya.
> Memberikan penyuluhan kesehatan tentang gizi ibu hamil dan anak serta peningkatan penggunaan ASI dan KB.
> Mencatat serta melaporkan kegiatan yang dilaksanakan kepada puskesmas setempat.
Manfaat Polindes
A. Bagi masyarakat
> Permasalahan didesa dapat terdekteksi dini, sehingga bisa ditangani cepat dan diselekaikan, sesauai kondisi, potensi dan kemampuan yang ada.
> Memperoleh pelayanan kesehatan dasar yang dekat
B. Bagi kader
> Mendapat informasi awal di bidang kesehatan
> Mendapat kebanggaan, dirinya lebih berkarya bagi masyarakat
C. Bagi Puskesmas
> Memperluas jangkauan pelayanan puskesmas dengan mengoptimalkan sumber data secara efisien dan efektif.
> Mengoptimalkan fungsi puskesmas sebagai penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan ,asyarakat dan pusat pelayanan kesehatan strata pertama.
D. Bagi Sektor Lain
> Dapat memadukan kegiatan sektornya dengan bidang kesehatan.
> kegiatan pemberdayaan mesyarakat dapat dilakukan lebih efektif dan efisien.

Peta Wilayah Kerja Polindes Kampung Dusun Pusaka
Gambaran Umum Polindes Kampung Dusun Pusaka

> Tinggi pusat pemerintahan wilayah Kampung dari permukaan laut    : 5 M DPAL
> Suhu maksimum/minimum                          : 21,8-34,50C
> Luas Wilayah                                     : 40.000 Ha
> Jarak Wilayah Polindes dengan UPTD Puskesmas Pusako          : 1 Km 0 Jam 5 Menit
> Jarak Wilayah Polindes dengan Dinas Kesehatan Kab. Siak          : 30 Km 1 Jam 55 Menit
> Jarak Wilayah Polindes dengan Dinas Kesehatan Propinsi          : 184 Km 3 Jam 10 Menit
> Jumlah Penduduk                          : 591 Jiwa
> Laki-laki                                          : 293 Jiwa
> Perempuan                                          : 298 Jiwa
> Jumlah Jalan                                  : 7
> Jumlah Gang                                  : 4
> Jumlah Sekolah  (SD) (SMP)  (PAUD)  (TK)                  : 1
> Jumlah Sekolah (SMA)                          : 0
> Jumlah Posyandu                                          : 1

Batas-Batas Wilayah Polindes Kampung Dusun Pusaka
* Sebelah Utara berbatasan dengan Kampung Kampung Perincit
* Sebelah Selatan berbatasan dengan Kampung Kampung Pebadaran
* Sebelah Barat berbatasan dengan Sungai Siak
* Sebelah Timur berbatasan dengan Kampung Lalang


       





 








Tips Bangun Tahajud


Sholat sunnah Tahajjud adalah ibadah yang istimewa. Berbagai keistimewaan dan manfaatnya sangat menakjubkan. Mulai dari ketenangan batin hingga penyembuhan banyak penyakit lahiriah. Tidak sedikit diantara kita yang ingin melakukannya. Namun, terkadang sulit sekali untuk melaksanakannya. Berikut adalah tips yang diangkat dari Sunnah dan berbagai sumber praktis:
  1. Biasakan tidur di awal waktu, jangan bergadang untuk hal-hal yang tidak penting
  2. Usahakan tidur dalam keadaan suci sebagaimana hendak sholat
  3. Janganlah paranoid dan menganggap bahwa bangun di sepertiga malam untuk melakukan sholat tahajud itu sebagai pekerjaan yang berat karena akan berpengaruh pada niat dan kekuatan itu untuk merealisasikannya
  4. Senantiasa menjaga keikhlasan ketika berniat untuk bangun malam dan melakukan sholat tahjud. 
  5. Jika memang memungkinkan, usahakan melakukan tidur siang sebentar. Dengan tidur siang, insya Allah akan membuat kita lebih kuat untuk bangun di sepertiga malam dan melakukan sholat sunnah tahajud
  6. Jangan lupa untuk senantiasa memasang alarm, dan letakkan alarm tersebut di tempat yang jauh dari jangkauan tangan namun tetap dapat terdengar dengan jelas (keras) oleh telinga. Dengan demikian, mau atau tidak mau kita akan bangkit dari tempat tidur untuk mematikannya manakala alarm tersebut berbunyi.
  7. Anda juga dapat menggunakan program tahajud missedcall dengan teman-teman anda. Buatlah jadwal berkelanjutan yang telah disepakati bersama untuk mengatur siapa-siapa yang mendapatkan jatah untuk membangunkan
  8. Programlah aktivitas siang hari anda dengan seefisien dan seefektif mungkin, sehingga anda tidak terlalu kelelahan untuk bangun di sepertiga malam untuk melakukan sholat tahajud. Hindari kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu penting, yang akan menguras stamina anda.
  9. Tanamkanlah kesadaran bahwa anda memiliki kebutuhan jasmani dan ruhani yang harus anda penuhi keduanya dengan seimbang, tidak berat sebelah.
  10. Motivasi diri anda untuk bangun malam dengan cara mempelajari dan mengingat betapa besar keutamaan-keutamaan yang terdapat di dalam sholat tahajud.
  11. Tanamkan rasa rindu untuk senantiasa bermunajat dan berkhalwat dengan Allah SWT.
  12. Hindari maksiat, karena maksiat adalah sumber lemahnya kadar iman dan ibadah kita kepada Allah SWT.
  13. Janganlah makan malam terlampau kenyang, karena perut yang kenyang akan memberikan efek mengantuk dan malas.
  14. Jika anda telah berkeluarga, anda dapat membuat kesepakatan dengan anak dan isteri berupa program sholat tahajud berjamaah, misalnya setiap tiga kali dalam sepekan keluarga wajib melakukan sholat tahajud secara berjamaah.
  15. Jangan lupa untuk senantiasa berdoa dan memohon kepada Allah swt agar diberikan kemudahan untuk bangun malam dan melakukan sholat tahajud dengan ikhlas dan khusyuk.
  16. Untuk memantapkan kedisiplinan diri, anda pun dapat melakukan program “self-punishment” bagi diri anda sendiri, manakala kesiangan atau lupa tidak melaksanakan sholat tahajud. Tentunya, “self-punishment” ini haruslah bersifat mendidik dan tidak terlalu keras. Ketika lupa atau kesiangan sehingga tidak melakukan sholat tahajud, maka anda dapat menghukum diri anda misalnya harus membaca Al Quran sebanyak 2 juz di hari esoknya. 2 juz tersebut dapat anda baca per lima lembar setiap setelah melakukan sholat fardhu.

Jumat, 21 Juli 2017

Apa yang harus dilakukan setelah Berhubungan Intim..?

Islam adalah agama yang memberikan tuntunan yang jelas dalam berbagai fase kehidupan, salah satunya adalah pada bagian melakukan hubungan intim suami istri. Fenomenanya ada yang berhubungan intim di malam hari dengan pasangannya sehingga ia pun junub, lalu tidur malam tanpa mandi wajib terlebih dahulu. Apakah seperti ini dibolehkan? Bolehkah seseorang tidur dalam keadaan junub tanpa mandi atau wudhu terlebih dahulu? Berikut ulasannya.
Ada hadits yang menyebutkan sebagai berikut,
عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَيَرْقُدُ أَحَدُنَا وَهْوَ جُنُبٌ قَالَ « نَعَمْ إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرْقُدْ وَهُوَ جُنُبٌ »
Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata bahwa ‘Umar bin Al Khottob pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apakah salah seorang di antara kami boleh tidur sedangan ia dalam keadaan junub?” Beliau menjawab, “Iya, jika salah seorang di antara kalian junub, hendaklah ia berwudhu lalu tidur.” (HR. Bukhari no. 287 dan Muslim no. 306).
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,
كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ وَهْوَ جُنُبٌ ، غَسَلَ فَرْجَهُ ، وَتَوَضَّأَ لِلصَّلاَةِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa jika dalam keadaan junub dan hendak tidur, beliau mencuci kemaluannya lalu berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat.” (HR. Bukhari no. 288).
‘Aisyah pernah ditanya oleh ‘Abdullah bin Abu Qois mengenai keadaan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam,
كَيْفَ كَانَ يَصْنَعُ فِى الْجَنَابَةِ أَكَانَ يَغْتَسِلُ قَبْلَ أَنْ يَنَامَ أَمْ يَنَامُ قَبْلَ أَنْ يَغْتَسِلَ قَالَتْ كُلُّ ذَلِكَ قَدْ كَانَ يَفْعَلُ رُبَّمَا اغْتَسَلَ فَنَامَ وَرُبَّمَا تَوَضَّأَ فَنَامَ. قُلْتُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى جَعَلَ فِى الأَمْرِ سَعَةً.
“Bagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika dalam keadaan junub? Apakah beliau mandi sebelum tidur ataukah tidur sebelum mandi?” ‘Aisyah menjawab, “Semua itu pernah dilakukan oleh beliau. Kadang beliau mandi, lalu tidur. Kadang pula beliau wudhu, barulah tidur.” ‘Abdullah bin Abu Qois berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan segala urusan begitu lapang.” (HR. Muslim no. 307).
Singkatnya, keadaan orang yang junub sebelum tidur:
1. Junub lalu mandi sebelum tidur, ini lebih sempurna.
2. Junub dan wudhu terlebih dahulu sebelum tidur, ini yang disunnahkan      untuk memperingan junub.
3. Junub dan tanpa wudhu, lalu tidur. Seperti ini masih d
ibolehkan.
Wallahualam.
Semoga Bermanfaat.

Keutamaan Al Quran Dalam Surat Al Mulk
















Banyak keutamaan surat al mulk yang dapat diambil dari kebiasaan membaca Surat Tabarok (Al-Mulk)  yang merupakan awal Juz 29. Berikut keutamaan yang bisa kita peroleh dengan membaca surat AL Mulk diantaranya adalah :

1. Dihindarkan dari siksa kubur dan siksa neraka

“Barangsiapa membaca surat Tabarokalladi bi yadihil mulk setiap malam, maka Alloh azza wajall menghindarkannya dari adzab kubur, dan dahulu kami (para sahabat) di saat Rosululloh-shollallohu alaihi wasallam- (masih hidup) menamainya “al-Mani’ah” (penghindar/penghalang). Sungguh surat tersebut ada dalam Kitabulloh, barangsiapa membacanya dalam suatu malam, maka ia telah banyak berbuat kebaikan” (HR. Nasa’i dengan redaksinya, diriwayatkan pula oleh al-Hakim dan ia mengatakan: sanadnya shohih, dan dihasankan oleh Albani)
Melihat keterangan hadits-tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa memperbanyak membaca Surat Al mulk dapat menghindarkan seseorang dari siksa kubur dan siksa neraka.
2. Menjauhkan diri dari maksiyat
“Mereka itu takut pada Allah di kesunyian ketika mereka tidak nampak di hadapan manusia lainnya. Mereka pun taat pada Allah dalam keadaan sembunyi-sembunyi. Tentu saja dalam keadaan terang-terangan, mereka pun lebih taat lagi pada Allah” ( QS Al Mulk : 12 )
Pada intinya orang yang berima itu taat pada Allah meskipun di kesunyian dan takut berbuat maksiyat kepada Allah. Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh As Sa’di
“Mereka takut pada Allah dalam setiap keadaan sampai-sampai pada keadaan yang tidak ada yang mengetahui amalan mereka kecuali Allah. Mereka tidak melakukan maksiat dalam kesunyian. Mereka pun tidak mengurangi ketaatan mereka ketika itu.”
3. Diampuni dosanya
Dari Abu Huroiroh, Nabi -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:
“Ada surat dari Alqur’an yang terdiri dari 30 ayat, Surat tersebut dapat memberikan syafa’at bagi ‘temannya’ (yakni orang yang banyak membacanya) sehingga orang tersebut diampuni dosanya, yaitu: Surat Tabarokalladi bi yadihil mulk“. (HR. Abu Dawud dg redaksinya, diriwayatkan pula oleh at-Tirmidzi dan yang lainnya. Hadits tersebut shohih dan telah di-shohih-kan oleh Ibnu Hibban, al-Hakim, dan adz-Dzahabi, sedangkan at-Tirmidzy dan Albani menghasankannya)
Keutamaan Surat Al mulk tersebut bisa diperoleh jika tekun dan rutin setiap hari terutama di waktu malam menjelang tidur. Keutamaan ini tidak hanya berlaku untuk yang menghafalnya akan tetapi juga yang membacanya.
Membaca Surat Almulk ini bisa dilakukan kapan saja, akan tetapi Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- terbiasa membaca surat Al Mulk saat menjelang tidur malam. Membaca Al Mulk dan berzikir sebelum tidur sangat dianjurkan.
Semoga Bermanfaat.

Polindes Kampung Perincit

Pondok bersalin desa (Polindes) adalah salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam menyediakan tempat pertolongan persalinan dan pelayanan kesehatan ibu dan anak lainnya, termasuk KB di desa (Depkes RI, 1999). Berbeda dengan posyandu yang pelaksanaannya dilakukan oleh kader didukung oleh petugas puskesmas, maka petugas polindes pelayanannya tergantung pada keberadaan bidan yang biasa disebut dengan bidan desa, oleh karena pelayanan di polindes merupakan pelayan profesi kebidanan.
Kegiatan Polindes
Adapun kegiatan dari polindes diantaranya yaitu :
> Memeriksa kehamilan, termasuk memberikan imunisasi TT pada bumil dan mendeteksi dini resiko tinggi kehamilan.
> Menolong persalinan normal dan persalinan dengan resiko sedang.
> Memberikan pelayanan kesehatan ibu nifas dan ibu menyusui.
> Memberikan pelayanan kesehatan neonatal, bayi, anak balita dan anak pra sekolah, serta imunisasi dasar pada bayi.
> Memberikan pelayanan KB.
> Mendeteksi dan memberikan pertolongan pertama pada kehamilan dan persalinan yang beresiko tinggi baik ibu maupun bayinya.
> Memberikan penyuluhan kesehatan tentang gizi ibu hamil dan anak serta peningkatan penggunaan ASI dan KB.
> Mencatat serta melaporkan kegiatan yang dilaksanakan kepada puskesmas setempat.
Manfaat Polindes
A. Bagi masyarakat
> Permasalahan didesa dapat terdekteksi dini, sehingga bisa ditangani cepat dan diselekaikan, sesauai kondisi, potensi dan kemampuan yang ada.
> Memperoleh pelayanan kesehatan dasar yang dekat
B. Bagi kader
> Mendapat informasi awal di bidang kesehatan
> Mendapat kebanggaan, dirinya lebih berkarya bagi masyarakat
C. Bagi Puskesmas
> Memperluas jangkauan pelayanan puskesmas dengan mengoptimalkan sumber data secara efisien dan efektif.
> Mengoptimalkan fungsi puskesmas sebagai penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan ,asyarakat dan pusat pelayanan kesehatan strata pertama.
D. Bagi Sektor Lain
> Dapat memadukan kegiatan sektornya dengan bidang kesehatan.
> kegiatan pemberdayaan mesyarakat dapat dilakukan lebih efektif dan efisien.

Peta Wilayah Kerja Polindes Kampung Perincit

Gambaran Umum Polindes Kampung Perincit

Ø  Tinggi pusat pemerintahan wilayah Kampung dari permukaan laut      : 5 M DPAL
Ø  Suhu maksimum/minimum                                                                                 : 21,8-34,50C    
Ø  Luas Wilayah                                                                                                             : 14.000 Ha
Ø  Jarak Wilayah Polindes dengan UPTD Puskesmas Pusako                         : 4 Km 0 Jam 15 Menit
Ø  Jarak Wilayah Polindes dengan Dinas Kesehatan Kab. Siak                       : 35 Km 1 Jam 00 Menit
Ø  Jarak Wilayah Polindes dengan Dinas Kesehatan Propinsi                        : 185 Km 3 Jam 15 Menit
Ø  Jumlah Penduduk                                                                                                    : 591 Jiwa
Ø  Laki-laki                                                                                                                     : 293 Jiwa
Ø  Perempuan                                                                                                               : 298 Jiwa
Ø  Jumlah Jalan                                                                                                             : 2
Ø  Jumlah Gang                                                                                                             : 8
Ø  Jumlah Sekolah  (SD) (SMP)  (PAUD)  (TK)                                                    : 1
Ø  Jumlah Sekolah (SMA)                                                                                          : 0
Ø  Jumlah Posyandu                                                                                                    : 1
Batas-Batas Wilayah Polindes Kampung Perincit
v  Sebelah Utara berbatasan dengan Kampung Teluk Mesjid
v  Sebelah Selatan berbatasan dengan Kampung Dusun Pusaka
v  Sebelah Barat berbatasan dengan Sungai Siak

v  Sebelah Timur berbatasan dengan Kampung Teluk Mesjid